Pelajaran Hidup
-
Skripsi
SEBELUM memulai nulis bab ini, aku pengen ngucapin selamat atas kelulusan temen-temen, baik temen sekelas maupun temen KKN yang telah berhasil memakai toga tapi nggak ngajak-ngajak aku. HAPPY GRADUATION GUYS! tissue mana tissue? (waktu nulis ini aku lagi dilanda sakit hati). Hari Sabtu kemarin, aku mendatangi acara wisudanya temen-temenku yang kuliahnya kelar 3,5 tahun dengan alasan biar entar pas wisuda ganti mereka yang datang bawain bunga. Aih kenapa sih ritual kelulusan harus diiring-iringi dengan memberikan bunga dan benda yang harus didapat dengan merogoh kocek? Sedikit nyesek sih ngeliat temen seangkatan wisuda duluan, mengingat kemarin kita udah menghabiskan waktu barsama dari daftar kuliah bareng, ospek bareng, masuk kelas bareng, ngerjain tugas…
-
Dear Dosen-dosenku
SELAMA kuliah di Fakultas IKIP Bahasa Inggris, aku adalah mahasiswi yang nggak terkenal lantaran aku tidak pernah sama sekali ikut ke dalam organisasi-organisasi penting di kampus. Yeah, biasalah orang sibuk (hasyah), sebenernya sih males. Sebagai mahasiswa perantau, aku juga tidak terlalu over saat di kelas, intinya aku adalah mahasiswi yang biasa saja saat itu berbanding kebalik saat aku masih SD, SMP, dan SMA yang terkenal di berbagai organisasi dan selalu dipilih menjadi ketua kelas. Memang benar jika dosen itu menjadi salah satu bagian penting dalam dunia perkuliahan. Tak bisa dibantah lagi, dosen sering kali menjadi momok menakutkan bagi para sebagian mahasiswa, khususnya mahasiswa dari luar pulau seperti aku ini. Kala…
-
Anak Kos
KETIKA dulu belum aktif kuliah, yang mana aku masih menjadi kelas pekerja, hidupku sedikit nampak sempurna. Aku mendapatkan uang dari upah kerja dan jatah bulanan dari orang tua. Aku bisa makan dengan menu seenaknya dan melalukan berbagai entertainment yang bisa membawa hidupku biar nggak gampang stres selama di Bali. Namun semua berubah semenjak negara api menyerang. Sejak menempuh perkuliahan pada semester tua telah dimulai, aku mulai resign dari tempat kerja lantaran ingin fokus untuk segera menyelesaikan skripsi. Sekarang biaya hidupku cuma disokong dari jatah kiriman orang tua setiap awal bulan. Hidup merantau jauh dari keluarga adalah momen yang sangat berat untuk dilakukan demi mendapat gelar sarjana. Selain jauh dari orang…
-
Memasak
SEBAGAI manusia normal, memasak memanglah hal yang sering dianggap sebagai hal yang biasa saja dan bagi sebagian orang menganggap memasak adalah suatu kegiatan yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan. Memasak juga suatu pekerjaan yang membantu untuk kelangsungan hidup setiap manusia yang melakukan pekerjaan ini. Menjadi manusia yang dianugerahi oleh skill memasak akan menjadi nilai plus ketika nanti menjalani kehidupan berumah tangga atau setidaknya saat tinggal sendiri dan mengharuskan untuk berhemat dengan masak makanannya sendiri. Meski pada kenyataannya masih banyak orang diluar sana yang tidak bisa memasak, akan tetapi masih bisa melanjutkan kehidupannya sendiri entah mereka makan dengan membeli makanan di warung, restoran, atau menggunakan jasa ketering untuk mengantar makanannya setiap…
-
Pengamen
KETIKA kecil aku sering melakukan perjalanan lintas kota menggunakan bis umum. Banyak aku jumpai para pengamen ketika aku naik bis jurusan Kediri menuju Solo dan Jogja untuk menyambangi sodara disana. Tentunya saat hendak naik bis, aku selalu menyiapkan uang receh untuk diberikan kepada pengamen entah yang aku jumpai di bis atau di warung saat aku sedang menunggu bis yang akan ditumpangi. Saat bertemu dengan pengamen yang urakan, suaranya cempreng, dan memaksa untuk diberikan uang. Aku selalu memberikan uang recehan dengan nominal kecil. Berbeda saat aku menjumpai pengamen yang menyanyikan lagu enak didengar, dengan alunan musik yang pas serta tingkah lakunya yang menyenangkan, aku akan menyiapkan uang lembaran untuk diberikan kepada…










