Pengangguran
SEBAGIAN orang menganggap bahwa pengangguran adalah orang yang malas untuk bekerja. Sebagian lain menganggap bahwa pengangguran adalah manusia yang memiliki masa depan suram, lalu ada juga yang menganggap bahwa pengangguran itu terjadi karena kurangnya lapangan kerja. Saat aku menulis ini aku sedang mengalami fase menjadi seorang penangguran, iya sejak lulus kuliah pada akhir tahun 2016, hidup aku mulai nampak terlihat madesu (masa depan suram). Bagaimana nggak suram jika hidup di Bali bersama dengan berbagai macam anak perantau dari luar pulau Bali yang banyak mengadu nasib dan berlomba untuk mendapatkan hidup lebih baik di sini. Aku adalah satu dari sekian banyak anak muda yang tergabung dalam para pencari kerja dengan bermodal ijazah S1. Menyandang gelar fresh graduate adalah hal yang menurut aku tidak enak karena pada umumnya banyak perusahaan begitu pemilih dengan para pencari kerja khususnya kepada anak-anak yang baru lulus kuliah kemarin sore, mereka menganggap bahwa fresh graduate itu tidak memiliki pengalaman dan skill yang mengempuni walaupun aku sendiri sebelum menjadi fresh graduate sudah banyak melalang buana dalam dunia kerja saat masih menempuh bangku kuliah. Di jaman sekarang begitu banyak perusahaan menyantumkan persyaratan kerja yang begitu tinggi tanpa memberikan peluang kepada fresh graduate seperti contoh syarat yang sering membuat down sebelum ingin melamar kerja adalah “Minimum pengalaman kerja 2 tahun” yeah gimana mau punya pengalaman kalau syaratnya sudah ditulis sedemikian rupa, kita mencari kerja untuk mendapat pengalaman tapi kalau syaratnya begitu juga sampai lebaran monyet semua fresh graduate bakal jadi pengangguran sampai mereka menguban, belum ditambah lagi jika para pencari kerja tidak memiliki kenalan ‘orang dalam’ sebutan biasa bagi orang yang dikenal dan bekerja di perusahaan, bisa dipastikan bahwa kalian tidak akan dapat kerja juga kalau nggak punya kenalan orang dalam. Sebenarnya aku sedang membela diriku sendiri dengan memberikan alasan seperti itu.
Kembali lagi saat aku berada di paska lulus kuliah, pastinya aku juga telah berusaha banyak melamar kerja di hampir semua bidang seperti perkantoran, hotel, dan dunia pendidikan seperti sekolah semi Internasional dikarenakan memang aku mengantongi ijasah S1 Pendidikan Bahasa Inggris. Dari hasil melamar kerja tiap hari dari mulai mengirim email ke HRD perusahaan, print CV lalu kirim ke kantor tempat yang ingin dilamar kerja, hingga keluar masuk perusahaan mengisi form lamaran sampai pernah mendapatkan tatapan sinis dari mbak-mbak yang kerja di perusahaan yang aku lamar, hingga dibentak oleh satpam, semua aku sudah alami dan masih aku belum juga dapat kerjaan, boro-boro dapet kerja, dipanggil untuk interview saja tidak ada. Dan yeah menjadi pengangguran memang tidak enak.
Aku menulis ini untuk mewakili para pencari kerja di luar sana, khususnya anak-anak muda fresh graduate dan mungkin juga tulisan ini bisa menjadi surat terbuka untuk semua para HRD perusahaan di Indonesia untuk tidak selalu membuat standar perusahaan yang tinggi, bantulah pemerintah untuk mengentaskan angka pengagguran di Indonesia, aku yakin jika kalian membuka lowongan pekerjaan dan menerima mereka (baca fresh graduate) dengan memberikan pelatihan kerja secara tepat dapat dipastikan banyak anak-anak muda yang niat dan tulus bekerja di perusahaan yang ingin dilamar. Memberikan mereka kesempatan sama dengan kalian membantu satu dari sekian banyak mimpi anak-anak muda Indonesia untuk membantu keluarganya, menabung untuk biaya nikahannya, dan membantu mereka memperbaiki taraf hidupnya.
Sampai aku menyelesaikan tulisan ini, aku belum juga mendapat pekerjaan yang tetap, aku banyak mengisi waktu luang untuk menulis, membuat video iseng yang aku upload ke youtube, dan melakukan kerja freelance serta masih membuka aplikasi pencarian kerja seperti jobstreet dan indeed untuk mencari pekerjaan. Semangat untuk para pencari kerja!
Denpasar, Desember 2016


