Realita Hidup
-
Pertanyaan Kapan Nikah?
KAPAN nikah? adalah sebuah pertanyaan yang begitu lekat pada stigma sosial kita entah dimanapun daerah kita berada baik di kota maupun di desa. Tentunya pertanyaan ‘kapan nikah?’ juga menjadi pertanyaan klasik yang begitu menyebalkan ketika kita berada pada acara keluarga, kumpul bareng teman lama, dan acara nongkrong biasa. Pasti pertanyaan ini selalu dilontarkan oleh mereka yang sudah menikah kepada orang yang belum menikah, terkadang juga ada orang yang melontarkan pertaanyan demikian padahal dia sendiri belum juga menikah, ah jika aku mendapati ini, aku hanya ingin menertawai mereka. Entah mengapa pertanyaan itu menjadi populer di saat jaman semakin serba instan dan modern ini. Seolah tanpa beban, pertanyaan ‘kapan nikah?’ itu muncul…
-
Bosan
SEBAGAI manusia yang menjalani kehidupan bersosial, melakukan rutinitas setiap hari, dan memiliki tanggung jawab atas dirinya masing-masing adalah prilaku manusia normal yang dibawa dari awal mereka bisa berpikir dengan pola pemikirannya sendiri. Namun pernah tidak jika kalian merasakan sebuah kebosanan saat menjalani kehidupan? Pastinya semua orang pernah mengalami rasa “bosan” kepada hal-hal yang mereka jumpai setiap hari. Suatu ketika ada seorang teman lama yang sekedar menanyakan kabar lewat pesan di facebook “Hai Ovi apa kabar? Aku lihat kamu banyak melakukan trip terus, apa kamu tidak bosan dengan hidupmu? Apa kamu tidak ingin menikah?” sungguh pertanyaan yang begitu menonjok diriku pada saat itu. Lantas aku tidak membalas pesannya dan hanya berguman…
-
PMS
SEBUT saja aku perempuan yang paling suka menangis. Tidak meyelahkan atau memalukan diri jika aku menyebut diriku sebagai cewek cengeng karena memang aku selalu berlebihan terhadap sesuatu yang tidak bisa terkontrol oleh emosiku sehingga berahkhir pada meneteskan air mata. Jika kalian baru bertemu dengan aku, mungkin kalian akan beranggapan bahwa aku seperti perempuan yang tangguh dan tahan banting, tapi tidak setelah kalian kenal cukup lama denganku. Ada beberapa faktor yang membuat aku menangis dan menurutku menangis itu sah-sah saja selama memang tangisan itu membuat kelegaan pada diri atas semua kejadian yang sudah membuat kita meneteskan air mata. Alasan pertama aku menangis yang sering terjadi adalah ketika dikecewakan atau disakiti oleh…
-
UANG
MENJALANI kehidupan di dunia yang serba instan ini, membuat manusia menjadi hilang rasa kepeduliannya terhadap manusia lain, terlebih pada saat anak-anak yang sedang menyandang status pelajar yang mana mereka masih hidup dengan bantuan uang dari orang tua, meski orang tua memang harus dan masih bertanggung jawab dengan anak-anaknya selama mereka belum diambil orang atau menikah. Mengapa aku memasukkan uang ke dalam tulisan ini? Aku bukan ingin membahas mengenai uang sebagai alat ekonomi dalam kehidupan, namun aku ingin membagi perasaan mengenai pengalaman hidup tentang pemberian uang dari orang tua. Terkadang aku ingin kembali ke tahun 90an. Dimana pada saat itu aku masih kecil dan ketika mendapatkan uang saku untuk sekolah, orang…








