PMS
SEBUT saja aku perempuan yang paling suka menangis. Tidak meyelahkan atau memalukan diri jika aku menyebut diriku sebagai cewek cengeng karena memang aku selalu berlebihan terhadap sesuatu yang tidak bisa terkontrol oleh emosiku sehingga berahkhir pada meneteskan air mata. Jika kalian baru bertemu dengan aku, mungkin kalian akan beranggapan bahwa aku seperti perempuan yang tangguh dan tahan banting, tapi tidak setelah kalian kenal cukup lama denganku. Ada beberapa faktor yang membuat aku menangis dan menurutku menangis itu sah-sah saja selama memang tangisan itu membuat kelegaan pada diri atas semua kejadian yang sudah membuat kita meneteskan air mata. Alasan pertama aku menangis yang sering terjadi adalah ketika dikecewakan atau disakiti oleh orang, menangis saat ditinggal pergi oleh orang terdekat, aku juga menangis saat melihat teman menangis waktu bercerita mengenai hidupnya, aku menangis kala melihat orang-orang yang hidupnya termarjinalkan oleh keadaan, aku menangis ketika melihat hewan tidak bersalah mati karena lingkungan yang tercemar, aku menangis saat bertemu hutan yang sudah gundul karena dibakar lalu ditanami sawit, dan aku sering tiba-tiba menangis tanpa alasan jelas saat masa PMS (Pre Menstruasi Sydrome).
Kali ini aku ingin menulis mengenai masa PMS tiba yang mana aku akan mendadak menangis. Iya bagiku menjadi seorang perempuan adalah hal yang paling sulit diperankan karena kita dituntut harus menerima kodrat bahwa tiap bulan harus mendapatkan jatah PMS. Tentunya saat PMS tiba bukan hanya tiba-tiba menangis saja, namun aku juga suka marah-marah tidak jelas, sensitif, malas bicara dengan orang, dan yang sering menjadi korban justru orang-orang sekitarku. Hal ini pernah terjadi saat aku berada di tempat kerja, saat aku sedang PMS ada rekan kerjaku mengajak bicara dan menurut aku pokok pembicaraannya tidak penting, tanpa disadari waktu itu aku membentaknya dan diapun pergi meninggalkanku dengan raut muka yang jengkel. Saat aku membentak dia dengan kalimat Bahasa inggris yang tidak sopan, aku lantas berpikir apa yang sudah aku lalukan tadi. Keesokan harinya aku pun segera meminta maaf dan bilang bahwa kemarin aku sedang PMS, iapun memaafkanku dan memahami kenapa kemarin aku bertingkah begitu. Lagi-lagi orang yang sering menjadi korban kebrutalan masa PMSku adalah pacarku sendiri, iya aku pernah suatu malam menelepon dia dan tiba-tiba menangis menjadi di telepon, pacarku pun tidak tahu kenapa aku bisa menangis disatu sisi dia paling tidak suka melihat orang menangis, dan setelah ia mencari tahu apa yang sudah terjadi dan ternyata ia menemui aku sedang PMS, lantas pacarku segera menutup telepon dan membiarkanku tidak bicara dengannya sampai masa PMSku berakhir. Terkadang konyol memang pada saat aku kedatangan PMS.
Aku mencoba mempelajari tentang PMS dengan analisa bodoh ku sendiri. Bagiku PMS adalah roh gentayangan yang tiap bulan mendatangi lalu mengontrol diri untuk melakukan hal-hal diluar kendali kepada perempuan yang sedang mendapatkan PMS. Cukup absurd memang jika menganggap PMS sebagai roh gentayangan namun aku terus memahami dan berpikir tentang esensi manusia, mengapa hal itu terjadi kepada perempuan. Melihat adanya dimensi pada elemen manusia yang terdiri dari otak, tubuh, dan mental. Dasar elemen pada manusia memang butuh makan, seperti mental butuh pengalaman spiritual, otak membutuhkan pengetahuan, dan tubuh memerlukan makanan, minuman, olahraga, dan seks. Ketiga elemen tersebut harus seimbang. Karena jika tidak, maka akan terjadi keresahan dalam diri manusia terkhusus perempuan. Namun pada masa PMS, elemen mana yang lebih dominan terhadap elemen lainnya? Entahlah setiap perempuan yang PMS pasti memiliki dominannya dengan esensi kehidupanya sendiri.
Untuk semua perempuan yang membaca tulisan ini. PMS adalah sebuah relita hidup yang akan terus berjalan dan melekat pada diri perempuan pada masa hidupnya sebelum masa menopause datang. Aku yakin jika kalian mendapatkan masa PMS akan tiba-tiba menjadi manusia irasional dengan sikap yang berlebihan terhadap sekitar, dan kalian tidak sendiri di sini. Rasa ingin dimanja dan dimengerti oleh orang-orang terdekat kita, itu lah hal yang kita inginkan dari mereka. Maka dari itu untuk kalian yang memiliki pacar atau istri yang sedang PMS mohon dimengerti saja ketika sikapnya mendadak berubah saat PMS karena pada dasarnya mau sepintar apa pun dan secantik apa pun ketika PMS semua perempuan akan menjadi berlebihan.
Denpasar, Januari 2020


