Nikahan Mantan
MENDAPAT undangan pernikahan adalah hal yang sangat biasa. Begitu biasa memang karena pada dasarnya orang yang tumbuh dewasa akan menikah, beranak pinak, dan menciptakan generasi baru agar populasi manusia tidak punah. Okay ini terlalu berlebihan tentang pernikahan, kembali lagi pada undangan pernikahan. Sebagai makhluk sosial pastinya menerima undangan pernikahan dari teman, saudara, maupun kerabat adalah hal yang lumrah terjadi. Dan aku senang kalau ada orang yang aku kenal semua sudah siap menuju pelaminan dan berbagi kebahagiannya dengan mengundang para teman dan kerabat untuk datang ke acara pesta pernikahannya. Namun ada yang berbeda dengan undangan nikahan yang baru-baru ini aku terima. Iya aku dapet undangan pernikahan dari mantan, jelasnya mantan kekasih. Kalian bisa bayangin kan gimana rasanya kalau dapet undangan kawinan dari seseorang yang dulu pernah mengisi hati dan menghiasi hari-hari kita dengan kebagiaan. Waktu itu hatiku bagaikan disayat duri bunga mawar. Gimana hati nggak tersayat coba kalau mantanku itu adalah orang yang pernah dapetin my fisrt kiss. Emang sih konon katanya mantan adalah jodoh orang lain yang pernah singgah di kehidupan kita. Sayangnya, perjalanan kisah cinta kita tidak semanis yang pernah dibayangkan dan ujungnya kandas di tengah jalan, then finally he married with another woman (nyesek).
Ketika mantan menikah perasaan sedih, iri, dan benci jadi satu layaknya sebuah dilema besar yang menghantam kubu pertahanan hati yang perlahan rapuh. Nyesek pertama kali aku ngelihat cover undangan yang ada foto mantan sama calon istrinya pakai baju pengantin sambil tersenyum ke arahku. Kala itu aku beneran nggak kuat lagi buat lihat dan akhirnya langsung nyobek undangannya, lalu aku bakar, dan buang abunya ke tong sampah. Aku memang berlebihan dengan hal ini, tapi menurutku ini adalah upaya terbaik yang bisa aku lakukan saat itu. Sekedar flashback tentang mantan pacarku yang nikah ini. Kala itu kami jadian ketika kami sama-sama duduk di bangku SMP kelas tiga. Memang sudah cukup lama kami berdua menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih hingga duduk di bangku SMA. Hampir setahun lebih kami berbagi cerita bersama, saling menghargai satu sama lain, sering nonton film horor bareng di bioskop, dan melakukan agenda pacaran seperti remaja lainnya. Dahulu hubungan kami berakhir karena ada kemunculan orang ketiga yang sudah bikin hubungan kami retak sehingga dia pun memutuskan aku begitu saja. Tak disangka orang ketiga itulah yang dinikahinya sekarang. Aku beneran sakit teramat dalam sampai nasfu makan hilang berhari-hari lantaran mikirin mantan yang mau nikah sama cewek yang sudah ngerusak hubungan kami di masa lalu. Memang sih kejadian itu sudah terlampau lama namun sakit itu muncul kembali dan mulai menusuk sampai ke relung hati terdalam. Sempet nangis iya, masalah undangan pernikahan mantan ini terlalu rumit buat aku pikirkan. Akupun telah memutuskan untuk tidak menghadiri acara pernikahan mereka karena alasan yang sudah jelas, aku nggak terima saja dengan perlakuan dia di masa lalu, selain itu juga karena tempat pernikahan yang jauh dan aku juga nggak mau ngabisin duit buat beli tiket pesawat, apalagi repot-repot menghadiri undangan pernikahan mantan yang udah nyakitin aku. Selain itu juga aku memang nggak mampu ngelihat mereka berdua bahagia duduk di atas pelaminan disaksikan berpasang mata para tamu undangan sambil tersenyum sumringah. Sangat jahat rasanya bila aku berkata demikian, tapi memang itu yang aku rasakan. Aku masih nggak terima dengan dia yang lebih memilih wanita lain (tisu mana tisu).
Undangan pernikahan dari mantan memang mimpi buruk bagiku dan mungkin juga bagi sebagian cewek lainnya. Undangan itu membuat aku shock. Keinginan bikin mantan menyesal karena udah mutusin aku dan berpaling ke cewek lain sirna begitu saja layaknya melempar boomerang kemudian kembali mengenai diri sendiri, yeah itu yang aku rasain. Memang sih bukan sekali ini saja aku mendapat undangan pernikahan dari mantan. Namun dari setiap undangan pernikahan dari mantan, aku selalu melihat dan menyikapinya secara berbeda-beda. Tergantung undangan dari mantan yang “seperti apa”. Jadi untuk kalian yang suatu hari mendapatkan undangan dari mantan bisa melakukan hal seperti yang aku lakukan sebagai berikut:
- Dipikir dulu.
Sebelum menghadiri undangan pernikahan dari mantan. Ada baiknya jika kita melihat mantan seperti apa yang ngundang kita. Lain kata, mantan yang pernah kita sukai banget atau yang biasa saja. Kalau masih ada perasaan mending nggak usah datang dari pada kita nyesek sendiri. Selain itu juga lihat background siapa yang mutusin duluan, kalau yang mutusin kita, ya terserah kita mau datang atau tidak, tapi kalau yang mutusin mantan kita duluan atau sampain diselingkuhin ya mending nggak usah datang dari pada keluar uang. Jadi intinya perhitungkan secara matang mantan seperti apa yang harus kita datangi ke pernikahannya.
- Mantan yang jadi teman.
Lain halnya dengan mantan yang udah putus secara baik-baik dan kita jadi temen biasa begitu. Alangkah baiknya kalau kita mendatangi acara pernikahannya. Toh kita udah nggak ada perasaan jadi ya datang aja, itung-itung juga nabung biar nanti kalau kita ganti nikah si mantan yang jadi temen juga datang ke pernikahan kita. (Ok ini terlalu perhitungan sekali).
- Persiapan yang matang.
Kalau memang kita memutuskan untuk datang ke pernikahan mantan jangan lupa untuk mempersiapkan segalanya seperti penampilan dan raut muka yang penuh dengan kebahagiaan. Karena diantara tamu undangan yang lain pasti bakal ada salah satu temen yang iseng buat ngecengin kita “ciyeee yang datang ke nikahan mantan”, kalau udah dapet omongan kaya’ gitu mending kita balas dengan senyuman saja.
- Hadiah yang pantas.
Pastikan juga memberikan hadiah yang pantas untuk pernikahan mantan yang sangat layak untuk pasangan yang baru nikah. Jangan pernah ngasih selembar surat cinta yang isinya tentang kepatah hatian, karena ini akan memicu perang dunia ketiga antara istri mantan dan diri sendiri. Jadi upayakan memberikan hadiah yang baik sesuai budget yang kita miliki, jangan terlalu ngoyo memberikan yang mewah kalau ternyata harus nguras tabungan sendiri.
- Bawa pasangan yang cocok.
Ini adalah titik terakhir untuk melengkapi diri kalian yang ingin menghadiri hajatan nikahan mantan. Bawalah pasangan yang sedang menjalin hubungan dengan kita. Selain menggandeng pasangan berfungsi sebagi senjata agar pertahanan hati kita nampak tetap kokoh, pasangan juga akan membuat kita lebih percaya diri saat kita melangkahkan kaki di acara nikahan mantan. Tunjukan ke mantan bahwa kalian beneran udah move on dan siap merajut kisah cerita cinta bersama yang lain. Biasanya kalau aku sih pinjem pacar temen kalau kepepet harus datang ke hajatan mantan. (Ok yang ini jangan ditiru ya, tapi boleh dicoba).
Sebenernya mendapatkan undangan pernikahan dari mantan adalah hal yang begitu wajar. Karena memang kalau mantan ngasih undangan pernikahan itu berarti dia sudah anggep kita seperti temen biasa. Poinnya mau hadir atau tidak ke acara nikahan mantan itu tergantung kepada diri sendiri. Kalau kondisi jantung, hati, dan paru-paru tidak baik mending jangan dipaksain untuk datang ke acara tersebut, sekali lagi jangan dilakukan. Fokus saja pada diri sendiri, tak perlu merasa nggak enak kepada mantan si itu, si anu, si dia dan si si yang lainya karena ketidak hadiran kita. Kenyamanan diri sendiri adalah hal terpenting yang harus tetap dijaga. Dari dapet undangan nikahan mantan ini, aku belajar untuk ihklas dan aku jadi dapet bahan untuk bikin konten video di YouTube, terimakasih mantan atas undangan nikahannya semoga kamu bahagia. Peace J
Denpasar, Agustus 2016


