cerpen,  Shit Happens,  Tips

PHP

   TIDAK banyak orang tahu alasan utama sampai saat ini aku bisa berada di Bali dan dorongan apa yang bisa membuat aku memutuskan untuk melanjutkan hidup di pulau dewata ini. Tak lain halnya karena PHP. Untuk semua anak muda di Indonesia pasti sudah mengerti makna dari PHP. Yeah ‘Pemberi Harapan Palsu’, jika kalimat itu sekalinya masuk ke telinga bisa langsung bikin hati miris seketika. Gimana nggak miris kalau kita sudah ngejalanin PDKT cukup lama bareng gebetan tapi ujungnya dia hanya bilang “kita cuman temen biasa saja”.  Aku adalah cewek yang nggak pandai dalam menjalin suatu hubungan dengan lawan jenis, aku termasuk ke dalam cewek polos dan saat menulis bab ini aku sedang dilanda PHP yang teramat sering terjadi ketika masa remaja labil. Pada tahun 2012, waktu itu aku masih kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris. Kampung Inggris adalah sebuah kampung yang berada di Pare Jawa Timur yang mana tempat itu memang menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Aku belajar bareng anak-anak dari berbagai daerah dan suku di Indonesia. Selama enam bulan menjadi pengembara ilmu bahasa Inggris di tempat yang mana awal mulai aku menjadi korban PHP yang mengakibatkan aku bisa berada di Bali

            Bermula pada pertemuanku dengan cowok yang mengaku berasal dari Bali di salah satu kelas speaking. Dua hari mengikuti kelas yang sengaja aku masuki bareng cowok Bali berambut gondrong itu disertai dengan tutor yang sudah aku kenal, ngebikin suasana nampak awkward. Gimana nggak aneh soalnya si tutor memang sudah kenal deket seperti temen akrab bagiku. Di awal masuk, tutor muda itu sudah banyak tanya “ngapain kamu ikut kelas ini lagi? padahal kamu sudah lulus kelas speaking”. Jadi tutor itu sudah tahu kalau aku iseng masuk kelasnya bukan karena mau belajar melainkan ingin melihat lebih dekat cowok baru di kelas itu. Waktu itu aku nggak peduli dengan kata tutor yang mengajar di kelar itu, yang ada dibenakku hanyalah “aku bisa sekelas sama cowok itu.” Kelas yang berisi hanya lima pelajar ini kerasa garing, tapi dengan suasana seperti ini membuat cowok itu jadi banyak tanya ke aku karena ia memang cuma ngajak bicara aku saja.

Secercah harapan untuk dekat dengannyapun muncul. Aku dan dia jadi sering ketemuan di luar jam kelas untuk sekedar makan malam bareng hingga sering bersepedah di pagi hari untuk mencari sarapan di warung dekat persawahan Kampung Inggris. Ternyata cowok itu memiliki pembawaan yang asik buat ngobrol dan nggak jaim seperti cowok-cowok dari kota yang pernah aku kenal sebelumnya selama di Kampung Inggris. Di sela-sela pertemuan kami. Dia dan aku sering ngobrolin seputar perguruan tinggi, lantaran memang kami ada rencana untuk kuliah di tahun ajaran ini. Seperti ada kecocokan dalam pokok bahasan kami saat itu karena memang kami belum tahu mau kuliah dimana dan ambil jurusan apa. Hingga pada waktu itu dia nyeplos “daftar kuliah bareng di universitas swasta yang ada di Bali yuk?”. Tentunya aku sedikit kaget, namun ajakan darinya ngebikin aku termotivasi untuk hijrah ke Bali jika semua program belajarku sudah selesai di Kampung Inggris. Aku sempet ngebayangin kalau nanti aku sudah di Bali, kami bakal sering ketemu, apalagi sekampus bareng, pastinya peluang untuk jadian sama dia begitu besar. Ini adalah imajinasi liarku setelah ia melontarkan kalimat ajakan untuk kuliah bareng, bodoh memang. Aku sama sekali nggak mempertimbangkan tentang orang tuaku. Mereka akan memberikan ijin untukku pergi ke Bali atau sebaliknya. Saat itu aku hanya memikirkan cara bagaimana agar aku bisa hijrah ke pulau Bali. Ya beginilah aku, jika sudah mendapat ilham yang aku rasa paling benar, aku harus yakin untuk mendapatkannya.

Setelah kelas speaking selesao, aku sudah jarang ketemu dengan cowok Bali itu, namun kami tetep keep in touch each other lewat hp. Hubungan kami berdua berakhir seperti layaknya temen biasa. Aku mengikuti kata hati, mungkin ini bukan saat yang tepat untuk jadian sama dia, namun aku begitu yakin ketika aku sudah berada di Bali dan bertemu dengannya, kami bakal meneruskan cinta kami yang tertunda ini (memang aku cewek paling bodoh saat itu).

Bulan Maret 2012, aku memutuskan untuk menyelesaikan program belajarku di Kampung Inggris dan mencoba melamar kerja dengan mengirim banyak lamaran kerja di berbagai perusahaan yang berada di Bali lewat email. Aku sudah memikirkan matang-matang dengan pindah ke Bali untuk bekerja dan meneruskan kuliah. Kebetulan sekali orang tuaku begitu mendukung pilihanku. Seandainya mama sama papa tahu kalau aku ke Bali karena alasan ngejar cowok, pasti aku bakal di masukin asrama biarawati. Namun semua rencanaku berjalan mulus sampai saat ini, hingga ada satu perusahaan yang berada di Seminyak Bali memanggilku untuk datang dan mengikuti interview. Mau nggak mau aku harus berangkat ke Bali. Di umurku yang mau genap dua puluh tahun, aku benar-benar bakal jadi perantau. Aku memang masih asing dengan pulau yang begitu terkenal di mata dunia itu, namun kembali sesosok cowok berambut gondrong itu yang ngebikin aku berani ngelakuin hal sejauh ini.

Singkat cerita. Aku sudah menjadi karyawan tetap di satu tempat yang cukup membuat nyaman untuk bekerja. Sudah hampir satu minggu aku tinggal di Bali, namun aku belum juga ketemu sama cowok itu. Terakhir kontak sama dia, dia bilang lagi sibuk di Jawa. Sampai waktu terus berjalan dan pembukaan untuk daftar perguruan tinggi tahun ajaran ini sudah dimulai. Aku masih belum memastikan kampus mana yang akan aku masuki karena masih menunggu kabar dari dia. Sekian bulan menunggu dan aku sudah dilanda kepanikan karena orang tuaku menanyakan tentang bagaimana perkembangan registrasi kuliahku di Bali, akhirnya aku memberanikan diri untuk menelepon cowok itu untuk menanyakan seputar kampus mana yang bakal jadi tempat kuliah kami nantinya. Namun tak disangka malam itu bak gelombang tsunami dahsyat menyapu segala harapan hidup indah, dia memberi kabar kalau ia baru mengikuti tes masuk perguruan tinggi swasta di Malang. Sontak! kabar itu memperburuk kehidupanku. Ini adalah PHP terberat ketimbang PHP masalah cinta lainnya yang pernah aku alami sebelumnya. Aku sudah ngorbanin keberanianku buat pergi jauh sampai ke Bali demi dia, tapi kenyataanya malah cowok itu pilih untuk masuk ke kampus ternama di Malang. Ini adalah pukulan terberat bagiku. Cowok yang selama ini aku ikuti malah pergi ninggalin aku begitu saja. Aku merasa hilang di Bali. Aku sendiri nggak tahu lagi kemana harus menentukan arah untuk masa depanku. Hingga pada akhirnya aku memutuskan sendiri untuk daftar ke kampus swasta ternamaa yang ada di Denpasar. Kengenesanku kian bertambah saat orang-orang yang peduli denganku tak lagi hidup dekat bersamaku dan cowok itu juga nggak pernah ada kabar lagi setelah kejadian itu. Sampai sejauh ini aku tidak sakit hati ataupun menyesali keputusanku untuk pergi ke Bali, namun sebaliknya aku sangat berterima kasih kepadanya karena dia sudah bikin aku setidaknya selangkah lebih maju. Begitu konyol memang PHP ini tapi dari sini aku belajar jika semua jalan sudah diatur oleh sang maha pencipta, aku begitu percaya jika cowok itu sengaja dikirim untuk menuntunku berjalan sampai ke sini. Aku masih menertawakan diriku sendiri, seorang cewek yang menuju kedewasaannya harus dapetin PHP sampai segininya. Sampai aku menyelesaikan tulisan ini, hubunganku sama dia masih terjalin layaknya teman biasa, terkadang kami saling menyapa di facebook.

 

Dari PHP yang sudah aku alami sebelumnya ngebikin aku bisa merancang tips buat cewek yang sering di-PHPin supaya nggak mudah jadi korban dari PHP lagi.

  1. Jangan Mudah GeEr

Yeap jangan mudah berbunga-bunga dulu kalau gebetan kamu ngajakin jalan berdua entah nonton, makan malem, atau sekedar jalan nggak jelas gitu. Anggep aja semuanya hanyalah ajakan biasa layaknya temen alias jebakan betman. Kalau seandainya kalian udah GeEr duluan, aku yakin bunga-bunga yang ada di makhota itu akan berubah jadi tetesan air mata yang berserakan di tissue, bantal, dan seisi ruang kamar ketika kamu tahu sudah berharap kepada orang yang salah.

  1. Pastikan Kalau Dia Jomblo

Pernah nggak sih kalian berpikir tentang cowok yang lagi deket sama kalian itu udah punya pacar atau belum. Ini biasanya adalah hal yang paling fatal dan sering dilupakan oleh banyak anak muda di penjuru nusantara. Sebaiknya cari tahu dan pastikan kalau gebetan yang lagi deket dengan kamu itu jomblo. Kalau jomblo sih ya syukur, kalian bisa terus memperjuangkan cintamu ke dia, tapi kalau ternyata dia udah punya pacar, ya lebih baik jangan diterusin apalagi ganggu hubungan orang, yang ada malah bikin sakit hati lantaran udah diPHP-in sama pacar orang dan akhirnya nyesek sendiri.

  1. Cari Tahu Sifat Gebetan

Sebelum kalian baper tanpa peduli bagaimana sifat gebetan, alangkah baiknya sebelum menyelam lebih dalam mending cari tahu tentang sifat hingga tabiat doi. Jangan-jangan gebetan kalian cuma berpetualang mencari kesenangan sementara, seperti habis manis lalu dibuang gitu. Bisa jadi doi cowok yang bosenan dan selalu cari hal-hal baru. Terus kalau udah jadian tiba-tiba di tengan jalan ditinggalin gitu aja kan ya sakitnya dimana-mana.  So better for you to know more about gebetan kalian masing-masing.

  1. Move On

Kalau gebetan yang kamu sukai emang bener-bener nggak menyakinkan 100%. Jalan terakhir adalah move on. Iya “keep moving on! Itu adalah satu-satunya cara buat kamu nggak terlarut dalam kesedihan. Jangan tergantung sama satu gebetan saja karena masih banyak cowok di luar sana yang pantas dapetin cinta kamu. Sekali lagi jangan diam termenung meratapi nasib diPHP-in gebetan karena kamu bakal ngehabisin waktu yang sia-sia saja buat dia yang sudah nggak anggep kamu.

  1. Bertemen Itu Lebih Baik

Yeah setelah mendapat pengalaman soal diPHP-in cowok bikin aku bisa mikir kalau berteman itu memang lebih baik ketimbang pacaran. Alesannya sih simpel. Kebanyakan pasangan yang sudah pacaran, terus putus, akhirnya nggak pernah kontak lagi. Jadi kalau kalian masih pengen keep in touch sama gebetan kuncinya hanya jadilah temen yang baik. Karena memang ikatan pertemenan jauh lebih erat ketimbang pacaran yang ujungnya putus.

Selagi ada pemuda-pemudi yang tumbuh mencari cinta sejati, cerita PHP masih akan terus berlangsung dari zaman ke zaman. Okay jadi segitu saja tips mengenai antisipasi dari PHP. Selanjutnya nikmati hidup dan jangan sesekali kapok dalam urusan percintaan anak muda. Sakit hati itu sudah biasa yang penting mah jangan rajin-rajin sakit perut karena rasanya semakin nggak enak harus deket terus sama jamban.

 

                                                                           Denpasar, 15 Mei 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *