About Me

Seorang mama muda yatim piatu dengan satu anak perempuan lucu dan suami yang banyak tingkah. Dulu aku atheis dan bahagia menikmati hidup namun kehidupanku berubah setelah menikah secara sah dengan prosesi adat, agama, dan negara dengan suamiku yang mana pernikahan kami lantaran married by accident alias bunting duluan. Kalau kalian baca dibagian cerita lama, kalian akan tahu bagaimana aku dulunya. Sepertinya kesialan terus ngikutin aku meski sudah jadi bini dari laki-laki yang dulu pernah aku cintai dan sayangi sepenuh hati. Semua tulisan di blog ini berdasarkan kisah nyata dalam kehidupanku. Aku memulai blog website ini karena sudah nggak tahu lagi harus ngapain karena menurutku hanya dengan menulis aku bisa tumpahkan semua perasaanku disini.

Selain itu aku ucapkan terima kasih pada semua sahabat yang tak segan berbagi kisahnya, teman yang sudah memberikan inspirasi dalam tulisan ini, orang-orang yang pernah bikin aku kecewa, para deretan cowok yang pernah datang hanya untuk memberi perasaan kecewa, cowok yang sudah datang kekehidupanku hanya untuk memanfaatkan. Buat seorang penulis yang aku telepon di pagi buta dan menertawakan buku pertamaku yang covernya nggak artistik. Untuk beberapa perangkat desa yang sudah semena-mena bertutur kata yang tidak menyenangkan kepada aku. Tanpa kalian semua, aku bukan apa-apa. Terima kasih sudah merubah aku jadi pribadi yang lebih kuat dan tahan banting (oke ini terlalu berlebihan).

            Aku sadar, aku bukanlah seorang penulis hebat. Aku menulis memang aku merasa harus menulis. Setelah menulis aku selalu ngerasain klimaks dari sebuah renungan. Renungan yang tercipta dari membaca buku, mendengarkan kisah dari teman, renungan dari hasil mengamati sekitar, mendengarkan komentar orang, renungan saat sharing bersama orang-orang asik, dan renungan tentang semua cerita sial yang aku alami serta setiap momen yang terjadi dimanapun aku berada bersama orang-orang baru. Nggak ada yang bisa aku lakukan saat dilanda kesedihan, patah hati, kesepian, dan kemarahan selain menulis. Menulis bukanlah hobi. Bukan pula sebuah profesi. Menulis bagiku adalah meditasi yang bisa bikin diri tenang. Dengan menulis aku berharap bisa menyumbangkan warisan tentang sejarah yang telah terjadi hari ini bagi anak cucu bila suatu hari nanti aku telah beranak pinak.

            Tidak ada harapan, selain tulisan ini memberikan manfaat serta hiburan bagi para pembaca. Salam damai dan bahagia untuk semua umat manusia saat membaca!

                                                                                                Kuta, 8 Agustus 2017

                                                                                                            Ovi Sriwedari